Abstract
Gunawangsa Tidar Surabaya memiliki 3 buah tower dengan 37 lantai pada setiap towernya. Dengan ketinggian hingga ±115 meter, sering terasa getaran pada lantai ketika angin berhembus kencang. Selain beban angin, bangunan diharapkan juga mampu menahan beban gempa.Untuk mengatasi masalah tersebut, bangunan perlu dimodifikasi agar performa bangunan dalam menahan beban lateral lebih baik lagi. Dengan mempertahankan struktur beton yang ada, bangunan dimodifikasi menggunakan sistem outrigger dan belt-truss. Sistem outrigger bekerja ketika dikenai beban lateral, kolom luar yang terhubung balok outrigger menahan rotasi pada kolom inti, menyebabkan simpangan lateral dan momen pada kolom inti menjadi lebih kecil. Sedangkan peran dari belt-truss adalah sebagai pengaku, dimana sistem outrigger yang menggunakan belt-truss memiliki kekakuan lebih baik daripada sistem outrigger tanpa belt-truss. Dimensi dari balok outrigger dan belt-truss adalah 400 x 2000 mm. Dari hasil analisis menggunakan Extract, didapat nilai reduksi dari kolom outrigger sebesar 6,76. Sehingga nilai R sebesar 5 yang digunakan dalam desain dianggap cukup.
Cite
CITATION STYLE
Kurnianto, F., Faimun, F., & Tavio, T. (2017). Desain Modifikasi Struktur Gedung Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya Menggunakan Struktur Beton Bertulang Dengan Sistem Outrigger Dan Belt-Truss. Jurnal Teknik ITS, 6(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v6i2.26841
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.