Abstract
Kasus tuberkulosis di Kota Semarang berada pada peringkat ke enam angka kasus terbanyak di Jawa Tengah, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor internal, pencahayaan, kelembaban, dan suhu dengan kejadian tuberkulosis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan case control. Jumlah sampel sebanyak 104 responden dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling dan kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data yang dillakukan yaitu pengumpulan data sekunder, survei awal, obeservasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan antara lain kuesioner, Lux Meter dan Hygrometer. Teknik analisis menggunakan uji statistik chi-square. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara variabel jenis kelamin (OR 0,257; 95%CI; 0,110-0,598), tingkat pendidikan, status marital (OR 0,229; 95%CI; 0,90-0,582), pencahayaan (OR 0,099; 95%CI; 0,40-0,244), kelembapan (OR 0,082; 95%CI; 0,029-0,226), dan kebiasaan menjemur alas tidur (OR 9,553; 95%CI; 3,727-24,487) dengan kejadian tuberkulosis di Kecamatan Semarang Utara. Variabel tingkat pendapatan, status pekerjaan, dan suhu tidak ada hubungannya dengan kejadian tuberkulosi di Kecamatan Semarang Utara.Tuberculosis cases in Semarang City were ranked sixth with the highest number of cases in Central Java, Indonesia. The aim of this research was to determine the relationship between internal factors, lighting, humidity and temperature with the incidence of tuberculosis. The type of research conducted was analytical observational quantitative research with a case-control approach. The number of samples of 104 respondents was selected using accidental sampling techniques and inclusion criteria. The data collection techniques carried out were secondary data collection, preliminary surveys, observations and interviews. The instruments included questionnaires, Lux Meter and Hygrometer. The analysis technique used a chi-square statistical test. This study found that there was a relationship between gender variables (OR 0.257; 95%CI; 0.110-0.598), education level, marital status (OR 0.229; 95%CI; 0.90-0.582), lighting (OR 0.099; 95%CI; 0.40-0.244), humidity (OR 0.082; 95%CI; 0.029-0.226), and bedding drying habits (OR 9.553; 95%CI; 3.727-24.487) with the incidence of tuberculosis in North Semarang District. The variables of income level, employment status, and temperature had nothing to do with the incidence of tuberculosis in North Semarang District.
Cite
CITATION STYLE
Nurjannah, S., & Yuantari, MG. C. (2024). Analisis Faktor Internal, Pencahayaan, Kelembapan dan Suhu Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis. Faletehan Health Journal, 11(03), 217–326. https://doi.org/10.33746/fhj.v11i03.717
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.