Determinants of Bankruptcy Banking after the Global Financial Crisis (GFC): Theoritical Review

  • Ishak A
  • Mongid A
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kegagalan beberapa lembaga keuangan dapat menyebabkan bank lain bangkrut, dan pada akhirnya menyebabkan kerusakan pada sistem keuangan di seluruh dunia. Kebangkrutan adalah kondisi di mana sebuah perusahaan mengalami kekurangan dana untuk menjalankan bisnisnya. Makalah ini bersifat konseptual dan desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan tinjauan teoritis dari berbagai jenis literatur dan penelitian sebelumnya yang terkait dengan konsep ini. Ada dua teori dasar, yaitu (1) teori sinyal untuk memberikan informasi yang lebih baik dan sinyal positif tentang perusahaan, serta sinyal negatif kepada perusahaan, dan (2) teori tekanan margin untuk mengukur risiko efek negatif dari kekuatan internal atau eksternal terhadap marjin profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kontribusi signifikan dari faktor internal seperti ukuran, ekuitas terhadap total aset, rasio pinjaman terhadap aset, rasio biaya terhadap pendapatan, cadangan kerugian pinjaman, serta faktor eksternal seperti pertumbuhan produk domestik bruto dan inflasi dalam memprediksi kebangkrutan bank setelah Krisis Keuangan Global. Peneliti meyakini bahwa proposisi hasil penelitian ini dapat diuji secara empiris terutama dalam industri perbankan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ishak, A. A., & Mongid, A. (2021). Determinants of Bankruptcy Banking after the Global Financial Crisis (GFC): Theoritical Review. IPTEK Journal of Proceedings Series, 0(1), 243. https://doi.org/10.12962/j23546026.y2020i1.7858

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free