Abstract
Panel surya merupakan salah satu energi terbarukan yang banyak dikembangkan teknologinya saat ini. Salah satunya adalah pengembangan sistem pendinginan untuk panel surya. Suhu panel surya merupakan salah satu parameter yang penting dari PLTS karena suhu panel dapat mempengaruhi tegangan output panel. Panel monocrystaline dapat bekerja meskipun dalam suhu yang tinggi sedangkan panel polycrystalline akan menurun kinerja nya apabila bekerja dalam suhu tinggi, dalam penelitian ini akan dianalisis perbandingan dampak adanya sistem pendinginan terhadap tegangan output dari panel monocrystaline dan panel polycrystaline. Sistem kontrol untuk pendinginan PLTS menggunakan sensor thermocontrol yang terhubung ke pompa bak penampungan air, sehingga ketika sensor mendeteksi suhu yang tinggi maka sensor akan menggerakkan pompa air agar mengalirkan air ke permukaan panel. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa pada panel polycrystaline tegangan output meningkat ketika suhu panel lebih dingin, pada pukul 12.15 suhu awal panel adalah 35⸰C dengan tegangan output 12.3 volt setelah proses pendinginan suhu panel menjadi 33,6⸰C dengan tegangan output menjadi 12,5 volt. Untuk panel monocrystaline pada pukul 12.15 suhu awal panel adalah 35⸰C dengan tegangan output 12.8 volt setelah proses pendinginan suhu panel menjadi 32,8⸰C dengan tegangan output menjadi 12,9 volt. Kata kunci : tegangan output, suhu, monocrystaline,polycrystaline
Cite
CITATION STYLE
Kusumaningtyas, A. B., Wardhono, S., & Eka Ananda, R. (2023). ANALISIS SISTEM PENDINGINAN PANEL POLYCRYSTALINE DAN MONOCRYSTALINE. Jurnal Poli-Teknologi, 22(1), 17–22. https://doi.org/10.32722/pt.v22i1.4971
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.