Abstract
Pekarangan merupakan lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan produktif, seperti untuk tanaman hias, buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan. Potensi lahan pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilar untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. Salah satu Program yang sedang menjadi tren dan giat dilakukan masyarakat kota Surabaya adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan, untuk budidaya tanaman pangan, perikanan dan peternakan dikenal yang akrab disebut urban farming. Komoditas perikanan yang sangat potensial yang banyak diminati masyarakat untuk dibudidayakan di pekarangan adalah pembesaran lele dalam Kopral Bumilis (kolam terpal bulat minimalis). Permasalahan pada kelompoktani dalam membudidayakan ikan lele adalah penataan kolam dalam pekarangan dan tingkat mortalitas lele yang tinggi selama proses budidaya, berdasarkan permasalahan diatas perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan bagaimana penataan kolam dalam pekarangan yang baik serta penyiapan media air dalam budidaya lele di Kopral Bumilis. Tujuan Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini adalah memanfaatkan lahan pekarangan dengan budidaya lele dalam Kopral Bumilis, dan menyiapkan media pemeliharaan lele dalam Kopral Bumilis. Metode pendekatan yang digunakan adalah dengan cara pendekatan partisipatif aktif secara berkelanjutan antara tim pengusul dengan mitra, sebagai pengendali program Kemitraan Masyarakat berperan aktif melakukan pendampingan dan pembinaan secara berkala kepada mitra. Hasil kegiatan pertemuan disepakati tempat penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di Balai Kelurahan Bendul Merisi Kecamatan Wonocolo dengan tema penataan ruang pekarangan untuk urban farming dan penyiapan air media pemeliharaan lele sistem bioflok di Kopral Bumilis. Selama kegiatan penyuluhan anggota kelompotani sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan terutama terkait kematian benih lele di awal benih lele ditebar. Kolam yang digunakan adalah kolam terpal bulat minimalis milik kelompoktani. Cara menekan tingginya kematian adalah menyiapkan air kolam sistem bioflok, kualitas dan ukuran benih lele 7-9 cm saat ditebar, kontrol pemberian pakan setiap harinya. Kendala yang sering dialami adalah seringnya anak anak kecil menyerok benih lele dan memancing ikan karena tempat pekarangan yang terbuka di lahan fasum, pemberian pakan yang melebihi takaran dan pakan pellet yang tidak dibasahi sebelum diberikan pada ikan. Kesimpulan dari kegiatan ini pertama adalah Budidaya lele dumbo dalam Kopral Bumilis di Pekarangan diterima dengan antusias sekali, dan minta didampingi mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih, penebaran benih, monitoring dan evaluasi; kedua yaitu Kunci keberhasilan usaha budidaya lele dalam Kopral Bumilis di pekarangan adalah pemilihan benih yang teradaptasi dengan fluktuasi lingkungan (disarankan benih ukuran 7-9 cm), monitoring kualitas air dan frekwensi dan jumlah pemberian pakan selama proses budidaya.A yard is an open area around a residence. Home gardens can be used for various productive purposes, such as ornamental plants, fruit, vegetables, spices and medicines. The potential of yard land can be used as one of the pillars for realizing food security and family welfare. One of the programs that is becoming a trend and is being carried out actively by the people of the city of Surabaya is using yard land to cultivate food crops, fisheries and animal husbandry, known as urban farming. A fishery commodity with great potential that many people are interested in cultivating in their yards is rearing catfish in Kopral Bumilis (minimalist round tarpaulin ponds). The problem for farmer groups in cultivating catfish is the arrangement of ponds in the yard and the high mortality rate of catfish during the cultivation process. Based on the above problems, it is necessary to carry out counseling and training on how to properly arrange ponds in the yard and prepare water media in cultivating catfish in Corporal Bumilis. The aim of this outreach and training activity is to utilize yard land by cultivating catfish in Kopral Bumilis, and preparing media for raising catfish in Kopral Bumilis. The approach method used is a continuous active participatory approach between the proposing team and partners, as the controller of the Community Partnership program plays an active role in providing regular assistance and guidance to partners. As a result of the meeting activities, it was agreed that the place for counseling and training would be carried out at the Bendul Merisi Village Hall, Wonocolo District, with the theme of arranging yard space for urban farming and preparing water for the biofloc system catfish rearing media at Corporal Bumilis. During the outreach activities, group members were very enthusiastic about the many questions, especially regarding the death of catfish seeds at the start of the catfish seeds being stocked. The pool used is a minimalist round tarpaulin pool belonging to a farmer's group. The way to reduce high mortality is to prepare pond water with a biofloc system, the quality and size of catfish seeds are 7-9 cm when stocked, control feeding every day. Obstacles that are often experienced are small children often scooping up catfish seeds and fishing for fish because the yard is open on public land, giving food that exceeds the dose and pelleted feed that is not moistened before giving it to the fish. The first conclusion of this activity is that the cultivation of African catfish in Corporal Bumilis in the Yard was received very enthusiastically, and asked for assistance starting from pond preparation, seed selection, seed distribution, monitoring and evaluation; secondly, the key to the success of the catfish cultivation business in Corporal Bumilis in the yard is the selection of seeds that are adapted to environmental fluctuations (seed size 7-9 cm is recommended), monitoring water quality and the frequency and amount of feeding during the cultivation process.
Cite
CITATION STYLE
Sri Oetami Madyowati, Achmad Kusyairi, Sumaryam, Muhajir, Indra Wirawan, Didik Trisbiantoro, … Retnani Rahmiati. (2024). PENYIAPAN MEDIA BUDIDAYA LELE DUMBO SISTEM BIOFLOK DI KOPRAL BUMILIS (KOLAM TERPAL BULAT MINIMALIS) PERKOTAAN. Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment, 4(2), 302–314. https://doi.org/10.29303/jppi.v4i2.4824
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.