Abstract
Abstrak : Candi Cetho merupakan salah satu Candi di Indonesia yang masih aktif digunakan sebagai tempat peribadahan. Warga yang tinggal di sekitar Candi Cetho 80% beragama Hindu. Dalam melakukan ritual upacara adat ataupun Ibadah biasanya dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh wisatawan. Namun, sampai saat ini belum adanya peraturan khusus yang dilakukan untuk membatasi jumlah wisatawan yang datang. Hal ini dapat mengakibatkan pengikisan pada batuan dibangunan candi. Sehingga perlu adanya pembatasa jumlah wisatawan maupun umat hindu dalam melakukan peribdahan dan upacara adat. Hasil dari penelitian ini yaitu : (1) Perhitungan daya dukung upcara adat diperoleh nilai PCC dapat menampung sebesar 75 Umat Hindu pada teras 6, dan54 wisatawan dengan tiga kali rotasi pergantian waktu; (2) Perhitungan daya dukung upcara keagamaan nilai PCC dapat menampung sebesar 100 orang pada teras 8; (3) Perhitungan daya dukung peribadahan pada teras 9 diperoleh nilai PCC dapat menampung sebesar 129 orang dengan empat kali rotasi pergantian waktu; dan (4) Perhitungan daya dukung peribadahan pada teras 10 diperoleh nilai PCC dapat menampung sebesar 102 orang dengan empat kali rotasi pergantian waktu.
Cite
CITATION STYLE
Aneke Rahmawati, & Azmy Hanif. (2021). ANALISIS DAYA DUKUNG WISATA CANDI CETHO SEBAGAI UPAYA KEBERLANJUTAN TEMPAT IBADAH DAN UPACARA ADAT. Jurnal Pariwisata Indonesia, 17(2), 24–30. https://doi.org/10.53691/jpi.v17i2.247
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.