Abstract
Untuk menentukan desain parameter sumber gempabumi dilakukan melalui pendekatan analisis kondisi geologi area penelitian di segmen Mentawai. Data historis yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah gempabumi Mentawai 25 Oktober 2010. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan sumber gempabumi sebagai pembangkit tsunami pada segmen Mentawai yang difokuskan pada kejadian gempabumi dan tsunami Mentawai 25 Oktober 2010. Pemodelan tersebut berdasarkan pada empat skenario sumber gempabumi. Skenario pertama dan kedua menggunakan data USGS, sedangkan skenario ketiga dan keempat menggunakan data BMKG. Metode yang digunakan adalah metode Wells and coppersmith dan distribusi gempabumi susulan (aftershock). Setelah diakukan pengolahan data sumber gempabumi dengan software Tsunami L-2008, diperoleh hasil berupa run-up tsunami yang memiliki nilai dengan pola distribusi yang mendekati hasil survei lapangan dari BMKG dan Atsushi Koresawa (JICA, Japan), yaitu distribusi run-up yang tinggi di P. Pagai Selatan dan menurun di P. Pagai Utara. Hasil dari pemodelan yang paling mendekati hasil survei yaitu pemodelan sumber gempabumi berdasarkan mekanisme dari CMT USGS dan mengacu pada distribusi gempabumi susulan dengan mekanisme strike: 319, dip : 7, slip : 7 m, luas sesar : 180 m x 110 m, depth : 12 m
Cite
CITATION STYLE
Setyonegoro, W., Sunardi, B., Sulastri, S., Nugraha, J., & Susilanto, P. (2012). ANALISIS SUMBER GEMPABUMI PADA SEGMEN MENTAWAI (STUDI KASUS: GEMPABUMI 25 OKTOBER 2010). Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 13(2). https://doi.org/10.31172/jmg.v13i2.128
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.