Abstract
Isolasi gelatin dari kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan dua jenis asam (asam asetat 0,10 M dan asam sitrat 0,05 terhadap gelatin meliputi berat molekul native dengan non-SDS PAGE (polyacrylamide gel electrophoresis), titik isoelektrik, pH dan asam amino. Pengamatan terhadap karakteristik emulsi meliputi sifat (aktivitas dan stabilitas), viskositas, ukuran partikel, dan mikrostruktur emulsi serta zeta potensial. Konsentrasi gelatin yang digunakan dalam pembentukan emulsi yaitu 0%, 0,5%, 1,0%, 2,0%, dan 3,0% dengan menambahkan minyak kedele pada rasio 3:1 (v/v). Hasil penelitian menunjukkan berat molekul gelatin native dari asam asetat 0,10 M adalah > 260 kD sedangkan dari asam sitrat 0,05 M sebesar 260 kD. Titik isoelektrik kedua gelatin pada pH = 8,5 sedangkan pH gelatin dari asam asetat proses asam tersebut memiliki nilai EAI (Emulsion Activity Index) tertinggi pada konsentrasi 0,5%, yang semakin menurun dengan semakin meningkatnya konsentrasi. Sebaliknya nilai ESI (Emulsion Stability Index) dan viskositas emulsi semakin meningkat dengan semakin meningkatnya konsentrasi. Ukuran partikel droplet dan mikrostruktur emulsi gelatin dari proses asam asetat 0,10 M lebih besar daripada proses asam sitrat 0,05 M pada konsentrasi yang sama dan menunjukkan peningkatan dengan semakin meningkatnya konsentrasi. Zeta potensial kedua gelatin bernilai positif pada semua konsentrasi dan meningkat dengan semakin besarnya konsentrasi.
Cite
CITATION STYLE
Suryanti, S., Marseno, D. W., Indrati, R., & Irianto, H. E. (2018). Pengaruh Jenis Asam dalam Isolasi Gelatin dari Kulit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terhadap Karakteristik Emulsi. Agritech, 37(4), 410. https://doi.org/10.22146/agritech.13025
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.