Abstract
Fenomena fatherless, yaitu ketiadaan figur ayah dalam kehidupan anak, berdampak signifikan terhadap perkembangan relasi interpersonal anak. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi dampak fatherless dari perspektif gender, dengan fokus pada perbedaan respon antara anak laki-laki dan perempuan. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus terhadap 20 anak fatherless, ditemukan bahwa anak laki-laki cenderung menunjukkan perilaku interpersonal yang agresif dan mencari figur maskulin pengganti, sedangkan anak perempuan lebih menunjukkan kerentanan emosional dan kesulitan membangun kepercayaan terhadap laki-laki. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor gender memainkan peran penting dalam memediasi dampak psikososial dari ketiadaan ayah. Oleh karena itu, strategi intervensi yang sensitif gender sangat diperlukan, seperti program mentoring untuk anak laki-laki dan penguatan kepercayaan diri serta keterampilan relasi sehat bagi anak Perempuan.
Cite
CITATION STYLE
Sona, D., & Wiyatfi Linsiya, R. (2025). Fenomena Fatherless dari Prespektif Gender dalam Melihat Dampak pada Relasi Interpersonal. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Borneo, 7(1), 60–66. https://doi.org/10.35334/jbkb.v7i1.257
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.