Fenomena Fatherless dari Prespektif Gender dalam Melihat Dampak pada Relasi Interpersonal

  • Sona D
  • Wiyatfi Linsiya R
N/ACitations
Citations of this article
134Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fenomena fatherless, yaitu ketiadaan figur ayah dalam kehidupan anak, berdampak signifikan terhadap perkembangan relasi interpersonal anak. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi dampak fatherless dari perspektif gender, dengan fokus pada perbedaan respon antara anak laki-laki dan perempuan. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus terhadap 20 anak fatherless, ditemukan bahwa anak laki-laki cenderung menunjukkan perilaku interpersonal yang agresif dan mencari figur maskulin pengganti, sedangkan anak perempuan lebih menunjukkan kerentanan emosional dan kesulitan membangun kepercayaan terhadap laki-laki. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor gender memainkan peran penting dalam memediasi dampak psikososial dari ketiadaan ayah. Oleh karena itu, strategi intervensi yang sensitif gender sangat diperlukan, seperti program mentoring untuk anak laki-laki dan penguatan kepercayaan diri serta keterampilan relasi sehat bagi anak Perempuan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sona, D., & Wiyatfi Linsiya, R. (2025). Fenomena Fatherless dari Prespektif Gender dalam Melihat Dampak pada Relasi Interpersonal. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Borneo, 7(1), 60–66. https://doi.org/10.35334/jbkb.v7i1.257

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free