Abstract
Perselingkuhan dalam keluarga memiliki dampak yang mendalam pada anak-anak, terutama dalam konteks komunitas gereja. Wilayah Pluit, Jakarta Utara, yang memiliki sejumlah gereja yang aktif, tidak luput dari permasalahan ini. Anak-anak dalam lingkungan gereja di Pluit mungkin mengalami perasaan kebingungan, perasaan tidak aman, dan trauma akibat ketidakharmonisan dalam keluarga mereka. Alasan penulis mengangkat tema ini adalah dalam upaya membantu anak-anak mengatasi dampak psikologis dan spiritual dari perselingkuhan dalam keluarga. Pendekatan konseling pastoral yang sensitif dan holistik memegang peran penting yang bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana anak-anak yang menjadi korban perselingkuhan dalam keluarga di gereja-gereja Pluit, Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif studi pustaka, literatur dan studi lapangan berupa wawancara anak-anak korban perselingkuhan di gereja-gereja Pluit, Jakarta Utara.Penemuan dari penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana konseling pastoral dapat berperan sebagai jembatan antara dimensi spiritual dan dukungan psikologis bagi anak-anak korban perselingkuhan keluarga. Bagi penulis ini penting karena dapat mendorong pemulihan anak-anak dan pembentukan fondasi spiritual yang kokoh di tengah tantangan kehidupan modern. Kata Kunci: perselingkuhan; anak-anak; konseling; korban; gereja
Cite
CITATION STYLE
Susanto, C. A., & Hermanto, Y. P. (2023). Pastoral Konseling Anak Korban Keluarga Perselingkuhan di Gereja-gereja Pluit, Jakarta Utara. CARAKA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika, 4(2), 283–304. https://doi.org/10.46348/car.v4i2.232
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.