Representasi Peran Ayah Dalam Film Gara-Gara Warisan (Analisis Semiotika John Fiske)

  • Haryanto F
  • Urfan N
N/ACitations
Citations of this article
48Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Film merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, edukasi, serta sosialisasi. Gara-Gara Warisan merupakan salah satu film dengan tema keluarga. Pada film bertema keluarga tersebut, tidak terlepas dari peran seorang ayah dalam mengatasi konflik dan membina keluarganya. Peran ayah dalam memberi kasih sayang keluarganya terkadang masih dianggap sebagai nomor dua dibandingkan ibu. Peran ayah dalam keluarga juga tidak terlepas dari budaya patriarki yang masih melekat di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi peran ayah dalam film Gara-Gara Warisan menggunakan analisis semiotika John Fiske, menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengidentifikasi scene yang merepresentasikan peran ayah pada film Gara-Gara Warisan. Data yang telah dikumpulkan dan dikelompokkan kemudian dianalisis menggunakan 3 level analisis yang dikemukakan John Fiske, yaitu level realistis, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian ini adalah menggambarkan peran ayah yakni sebagai sosok yang memiliki peranan dalam keluarga sebagai provider, protector, decision maker, nurtured mother, dan child specialiser & educator.

Cite

CITATION STYLE

APA

Haryanto, F. A. N., & Urfan, N. F. (2024). Representasi Peran Ayah Dalam Film Gara-Gara Warisan (Analisis Semiotika John Fiske). Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 7(1), 103–115. https://doi.org/10.62144/jikq.v7i1.386

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free