Penerapan Kebudayaan pada Pembatas Ruang Tawing Halat pada Rumah Tradisional Bubungan Tinggi

  • Liritantri W
  • Febriani G
  • Safitri A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia is famous for its diverse cultures, such as traditional houses in every region, each with its own uniqueness. One of which is in South Kalimantan, which possesses 11 types of Banjar traditional houses based on specific functions and certain social statuses, including the Bubungan Tinggi traditional house. The key feature of the Bubungan Tinggi traditional house is Tawing halat, which represents the identity of the family that lives in it. Tawing halat is a divider that separates public space and private space. In the Bubungan Tinggi traditional house, the Tawing halat’s presence is not only as a divider, but it also has historical value, an owner’s identity, and other purposes that make Tawing halat an important interior element, and its presence cannot be abandoned until today. This research aims to identify the purpose of Tawing halat in Bubungan Tinggi traditional house as an interior element that describes the cultural value and religion that thrives within the Banjar, South Kalimantan community. The method used is a qualitative descriptive method. The steps are collecting visual data of Tawing halat, then linking them with cultural values. It is hoped that this research can be a source of reference and knowledge for the community in preserving traditional culture through today’s architectural and interior design.   Keywords: traditional house, interior, bubungan tinggi, culture, tawing halat, visual elements, south kalimantanIndonesia terkenal akan keanekaragaman budaya nusantaranya, seperti rumah tradisional pada setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Salah satunya di Kalimantan Selatan yang memiliki 11 tipe rumah adat Banjar yang sesuai dengan fungsi maupun status sosial tertentu, termasuk Rumah tradisional bubungan tinggi yang memiliki strata paling tinggi. Ciri khas dari interior rumah tersebut adalah Tawing halat, yang menggambarkan identitas keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut. Tawing halat merupakan dinding pembatas dalam yang memisahkan ruang publik dan ruang privat. Pada rumah bubungan tinggi, keberadaan tawing halat tidak hanya sebagai dinding pembatas saja namun memiliki nilai sejarah, identitas pemilik dan fungsi lain yang menjadikan tawing halat sebagai elemen interior yang penting dan keberadaannya tidak dapat ditinggalkan hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Tawing halat pada Rumah Bubungan Tinggi sebagai elemen interior yang mendeskripsikan nilai-nilai Kebudayaan yang berkembang di masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Tahapannya adalah mengumpulkan data visual tawing halat, kemudian dihubungkan dengan nilai-nilai Kebudayaan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber referensi dan ilmu pengetahuan bagi seluruh masyarakat dalam melestarikan kebudayaan tradisional melalui rancangan karya arsitektur dan interior pada zaman sekarang.   Kata Kunci: rumah adat, interior, bubungan tinggi, kebudayaan, tawing halat, unsur visual, kalimantan selatan

Cite

CITATION STYLE

APA

Liritantri, W., Febriani, G. F., Safitri, A., Ramadhani, A. P., Azzahra, N. P., & Pakpahan, H. E. (2022). Penerapan Kebudayaan pada Pembatas Ruang Tawing Halat pada Rumah Tradisional Bubungan Tinggi. Waca Cipta Ruang, 8(2), 92–98. https://doi.org/10.34010/wcr.v8i2.6399

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free