Konservasi Arsitektur Pada Bangunan Museum Wayang Jakarta

  • Mega Yulita Nancy Ponggo
  • Astari Wulandari
  • Djudjun Rusmiatmoko
N/ACitations
Citations of this article
66Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bangunan Museum Wayang di Kawasan Kota Tua Jakarta ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya karena memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan kota dan bangsa. Maka dari itu, diperlukan upaya konservasi untuk mempertahankan keberadaannya sehingga nilai-nilai tersebut tidak hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya konservasi yang dilakukan terhadap bangunan Museum Wayang serta keseuiannya terhadap prinsip konservasi arsitektur. Penelitian dilakukan dengan menjabarkan upaya konservasi secara deskriptif-kualitatif melalui observasi dan studi pustaka. Secara keseluruhan, Museum Wayang telah menerapkan upaya konservasi yang tepat dengan mempertahankan signifikansi budaya dan tidak melakukan intervensi besar pada kondisi asli bangunan. Bentuk adaptive reuse pada Museum Wayang yang melibatkan kegiatan restorasi  atau rehabilitasi menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan bagunan bernilai sejarah ditengah – tengah pesatnya perkembangan lingkungan perkotaan yang dinamis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mega Yulita Nancy Ponggo, Astari Wulandari, & Djudjun Rusmiatmoko. (2023). Konservasi Arsitektur Pada Bangunan Museum Wayang Jakarta. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, 17(1), 72–80. https://doi.org/10.56444/sarga.v17i1.415

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free