PERAN WAHID HASYIM DALAM PENDIDIKAN NADATUL ULAMA DI INDONESIA PADA TAHUN 1940-1949

  • Mpayang P
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Peranan Wahid Hasyim dalam bidang pendidikan islam khususnya dalam keterkaitannya dalam pembaharuan pendidikan islam di Pesantren Tebuireng, dengan metode yang digunakan adalah metode historis yang terdiri dari empat langkah, yaitu Heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, upaya pembaharuan pendidikan islam pesantren tebuireng oleh Wahid Hasyim dari adanya gerakan pan Islamisme di Timur Tengah, yang salah satunya menyebar ke daerah Mekkah, saat Wahid melakukan studi di Mekkah pada tahun 1932, ide-ide pembaharuan islam pun diperolehnya, baik melalui pembelajaran maupun pergaulannya dengan orang-orang yang berbeda bangsa. Hal ini menumbuhkan ide-ide pembaharuan  pendidikan islam dalam dirinya. Sekembalinya ke tebuireng, Wahid hasyim mengusulkan kepada Hasyim Asy’ari untuk melakukan pembaharuan dalam metode pelajaran dan materi ajar di pesantren Tebuireng.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mpayang, P. R. (2020). PERAN WAHID HASYIM DALAM PENDIDIKAN NADATUL ULAMA DI INDONESIA PADA TAHUN 1940-1949. FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 9(1), 27–32. https://doi.org/10.17509/factum.v9i1.21494

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free