REALISASI POLITIK ETIS DI BOJONEGORO PADA AWAL ABAD XX : KAJIAN SOSIAL EKONOMI

  • Hartono M
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagaimana diketahui bahwa Kemerosotan kesejahteraan Penduduk pribumi Pulau Jawa melatarbelakangi lahirnya Politik Etis. Ratu Wihelmina, dalam pidao pembukaan di parlemen Belanda mengatakan bahwa Pemerintah kolonial Belanda di penghujung era Sistem Liberal. Memiliki tugas Moral, di dalam pidato tersebut tersirat pengakuan bahwa Pmerintah Belanda memiliki Hutang Budi (Ereschuld) yang merupakan tujuan utama, yaitu memperbaiki ekonomi koloni dan penduduk Pribumi dengan melaksanakan pembangunan Irigasi, Edukasi, dan Emigrasi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengungkap seberapa jauh politik Etis dilaksanakan di Bojonegoro? Kiranya permasalahan ini sampai saat sekarang masih relevan untuk diungkapkan, karena dari zaman kolonial Belanda hingga kini terdapat pola bencana yang sama dan berkelanjutan. Selain itu tulisan ini bermaksud untuk mensintesis fakta-fakta tentang Realisasi Kebijaksanaan Etis di Bojonegoro. Dalam mengungkap permasalahan tersebut di atas pendekatan sosiologi turut menerangkan seberapa jauh politik etis dilaksanakan di Bojonegoro.Kata kunci : Realisasi, Politik Etis, Bojonegoro

Cite

CITATION STYLE

APA

Hartono, M. (2015). REALISASI POLITIK ETIS DI BOJONEGORO PADA AWAL ABAD XX : KAJIAN SOSIAL EKONOMI. MOZAIK: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 6(1). https://doi.org/10.21831/moz.v6i1.1536

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free