Pengajuan Masalah Berorientasi HOTS: Kreativitas Calon Guru Matematika

  • Rahayu D
  • Wulan E
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pentingnya Higher Order Thinking Skills (HOTS) dikuasai oleh siswa membawa implikasi pada perlunya calon guru mempunyai kemampuan menyusun soal HOTS. Penelitian kualitatif ini bertujuan 1) Mendeskripsikan  tingkat masalah HOTS yang diajukan oleh Calon Guru Matematika, 2) Mendeskripsikan kreativitas mahasiswa calon guru matematika dalam pengajuan masalah HOTS. Data dikumpulkan melalui tes pengajuan masalah kepada 85 subjek. Keabsahan data dicek menggunakan diskusi rekan sejawat, audit trail, dan member checks. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat masalah HOTS yang diajukan oleh calon guru matematika meliputi semua level kognitif HOTS berdasarkan Taksonomi Bloom yang sudah direvisi, yaitu C4 (51,21%), C5 (23,19%), dan C6 (15,94), 2) Kreativitas calon guru matematika dalam mengajukan masalah matematis berorientasi HOTS dapat dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu tingkat sangat kreatif (9,41%), kreatif (3,535), cukup kreatif (42,35%), kurang kreatif (11,76%), dan tidak kreatif (32,94%).

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahayu, D. S., & Wulan, E. R. (2024). Pengajuan Masalah Berorientasi HOTS: Kreativitas Calon Guru Matematika. MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, 6(1), 288. https://doi.org/10.33365/jm.v6i1.3613

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free