Abstract
Software Development Life Cycle (SDLC) atau siklus pengembangan perangkat lunak didefinisikan sebagai tahapan-tahapan sistematis guna menghasilkan perangkat lunak yang baik dan berkualitas serta dapat memenuhi keinginan customer dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan digunakan oleh user. SDLC sendiri memiliki beberapa tahapan umum, yaitu 1) Fase Analisis Kebutuhan, 2) Fase Desain, 3) Fase implementasi dan pengkodean, 4) Fase validasi dan pengujian, 6) Fase Pemeliharaan. Rapid Application Development atau RAD merupakan salah satu metodologi SDLC yang marak digunakan untuk tim pengembang yang mengutamakan efisiensi waktu dalam pengembangan perangkat lunak. Karena metodologi ini dinilai merupakan metodologi yang memiliki waktu pengerjaan paling singkat. Penelitian ini memiliki tujuan guna menganalisis tingkat efisiensi dari model RAD dalam dunia pengembangan perangkat lunak.Penulis menggunakan metode narrative review, yang akan diterapkan terhadap literatur-literatur yang telah dikumpulkan sebelumnya. Dalam penelitian ini akan disimpulkan hal-hal yang membuat metodologi RAD dinilai sebagai model yang paling efisien, penunjang dan penghambat model RAD, juga perbandingan metodologi RAD dengan model pengembangan lainnya.
Cite
CITATION STYLE
Rizky Parlika, Muhammad Afifudin, Ilham Akbar Pradana, Yohanes Dimas Wisnu Wiratama, & Muhammad Nur Holis. (2023). STUDI LITERATUR EFISIENSI MODEL RAPID APPLICATION DEVELOPMENT DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK. POSITIF : Jurnal Sistem Dan Teknologi Informasi, 8(2), 64–73. https://doi.org/10.31961/positif.v8i2.1329
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.