Abstract
Air minum isi ulang (AMIU) telah menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan di Makassar karena praktis dan terjangkau. Namun, kualitas mikrobiologisnya kerap dipertanyakan akibat kontaminasi Escherichia coli (E. coli), indikator pencemaran fekal yang berpotensi menimbulkan penyakit gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kesehatan akibat konsumsi air dari DAMIU yang terkontaminasi E. coli menggunakan pendekatan Microbial Risk Assessment (MRA). Studi kasus dilakukan pada 7 DAMIU yang teridentifikasi positif E. coli di tiga wilayah kerja Puskesmas di Kota Makassar. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif berbasis MRA, tanpa uji statistik inferensial. Hasil menunjukkan konsentrasi E. coli berkisar 4–30 CFU/100 ml. Nilai Probability of Illness (Pill) berkisar antara 2,8 × 10⁻¹ hingga 3,5 × 10⁻¹, jauh melebihi ambang batas aman WHO (10⁻⁴), sehingga termasuk kategori risiko tinggi terhadap penyakit berbasis air seperti diare. Seluruh DAMIU tidak memenuhi standar mikrobiologis Permenkes No. 2 Tahun 2023 (E. coli = 0 CFU/100 ml). Faktor higiene-sanitasi, metode pengolahan air, dan perilaku operator yang buruk teridentifikasi melalui observasi lapangan sebagai penyebab potensial kontaminasi. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan pengawasan, pelatihan operator, dan sertifikasi berbasis risiko untuk menurunkan risiko kesehatan masyarakat.
Cite
CITATION STYLE
Kasim, K. P., Haerani, H., Budirman, B., & Stientje, S. (2025). Analisis Faktor Risiko Cemaran Mikroba pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 25(2), 309–316. https://doi.org/10.32382/sulo.v25i2.1828
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.