Kajian Hermeneutik Ragam Hias Selendang Sulam Suji sebagai Identitas Budaya Koto Gadang

  • Zamilia
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sulaman menjadi peran penting dalam kehidupan masyarakat adat Minangkabau yang dikenal dengan “Upacara sepanjang kehidupan” sehingga selendang ini mewakili pada setiap upacara adat seperti kelahiran, sunatan, pinangan perkawinan hingga upacara kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan keberadaan selendang sulam suji dan hubungannya dengan Identitas Budaya Kotogadang. Metode Penelitian yang digunakan menggunakan teori Hans-Georg Gadamer dengan pendekatan sosiologi. Teknik pengumpulan data melalui literasi, wawancara dan dokumentasi foto. Kesimpulan utama adalah keberadaan motif selendang sulam suji cair yang merupakan lambang dan memiliki makna tertentu berkaitan erat dengan fungsi dan makna identitas pemakaianya. Selendang sulam suji khususnya bagi masyarakat Kotogadang merupakan kekayaan yang memiliki nilai tersendiri dalam kehidupan masyarakatnya, tetapi sesuai dengan pemikiran Gadamer bahwa memahami makna merupakan kerja produktif melalui perjalanan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang maka interpretasi dapat ditafsirkan berbeda mengenai nilai dari selendang bagi masyarakat umum dan masyarakat internal Koto Gadang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zamilia. (2023). Kajian Hermeneutik Ragam Hias Selendang Sulam Suji sebagai Identitas Budaya Koto Gadang. Jurnal Seni Nasional Cikini, 9(1), 39–44. https://doi.org/10.52969/jsnc.v9i1.219

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free