PENDIDIKAN AFEKTIF DALAM PERSPEKTIF HASAN LANGGULUNG

  • Mursal M
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dunia pendidikan  di Indonesia saat ini telah menghadapi problem yang sangat kompleks. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya kualitas pendidikan dari beberapa indikator diantaranya lulusan sekolah dan Perguruan Tinggi  yang belum siap memasuki dunia kerja, sikap kalangan eksekutif, yudikatif dan legislatif yang kurang peduli terhadap permasalahan negeri ini. Permasalahan di atas dikarenakan pendidikan yang ditawarkan di sekolah-sekolah masih mementingkan aspek kognitif. Padahal ada aspek lain yang penting untuk dididik yaitu aspek afektif. Rumusan masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana pendidikan afektif menurut Hasan Langgulung. Tulisan ini mempokuskan objek kajiannya pada sumber-sumber teoretis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, dan teknik analisis data dengan menggunakan content analiysis dengan cara deskriftif analitik . Pendidikan afektif menurut Hasan Langgulung dapat dilakukan di lingkungan keluarga dan sekolah dengan metode pembiasaan, amsal/contoh, keteladanan, suruhan, pengawasan, bimbingan, dan latihan

Cite

CITATION STYLE

APA

Mursal, M. (2017). PENDIDIKAN AFEKTIF DALAM PERSPEKTIF HASAN LANGGULUNG. Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman, 12(1), 53. https://doi.org/10.24014/af.v12i1.3862

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free