Abstract
Dunia pendidikan di Indonesia saat ini telah menghadapi problem yang sangat kompleks. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya kualitas pendidikan dari beberapa indikator diantaranya lulusan sekolah dan Perguruan Tinggi yang belum siap memasuki dunia kerja, sikap kalangan eksekutif, yudikatif dan legislatif yang kurang peduli terhadap permasalahan negeri ini. Permasalahan di atas dikarenakan pendidikan yang ditawarkan di sekolah-sekolah masih mementingkan aspek kognitif. Padahal ada aspek lain yang penting untuk dididik yaitu aspek afektif. Rumusan masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana pendidikan afektif menurut Hasan Langgulung. Tulisan ini mempokuskan objek kajiannya pada sumber-sumber teoretis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, dan teknik analisis data dengan menggunakan content analiysis dengan cara deskriftif analitik . Pendidikan afektif menurut Hasan Langgulung dapat dilakukan di lingkungan keluarga dan sekolah dengan metode pembiasaan, amsal/contoh, keteladanan, suruhan, pengawasan, bimbingan, dan latihan
Cite
CITATION STYLE
Mursal, M. (2017). PENDIDIKAN AFEKTIF DALAM PERSPEKTIF HASAN LANGGULUNG. Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman, 12(1), 53. https://doi.org/10.24014/af.v12i1.3862
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.