Optimizing Zakat and Waqf through Digital Innovation in the Framework of Maqashid Syariah: A Solution for Poverty Alleviation in Indonesia

  • Rofiq M
  • Fathoni J
  • Barnamij N
N/ACitations
Citations of this article
87Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This study aims to evaluate the role of zakat and waqf as Islamic philanthropy tools for poverty alleviation and sustainable development in Indonesia, integrating maqāṣid al-sharīʿah principles with digital innovation. Employing a descriptive-critical qualitative approach with data triangulation, it analyses empirical data from official reports and recent literature. Findings demonstrate that zakat distribution significantly reduces poverty, while productive waqf enhances access to education and health services. However, institutional constraints, limited nazhir capacity, and technological barriers—particularly in rural areas—hinder effectiveness. Comparative insights from Malaysia, Turkey, and Saudi Arabia highlight best practices in digital zakat and waqf management, such as blockchain adoption and centralized waqf registries, which inform the contextual framework proposed for Indonesia. The study advocates a holistic approach combining maqāṣid al-sharīʿah with digitalization, supported by synergy among government, philanthropic institutions, and local communities.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran zakat dan waqf sebagai alat filantropi Islam dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip maqāṣid al-sharīʿah dengan inovasi digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-kritis dengan triangulasi data, penelitian ini menganalisis data empiris dari laporan resmi dan literatur terkini. Temuan menunjukkan bahwa distribusi zakat secara signifikan mengurangi kemiskinan, sementara waqf produktif meningkatkan akses ke layanan pendidikan dan kesehatan. Namun, kendala institusional, kapasitas nazhir yang terbatas, dan hambatan teknologi—terutama di daerah pedesaan—menghambat efektivitasnya. Wawasan komparatif dari Malaysia, Turki, dan Arab Saudi menyoroti praktik terbaik dalam pengelolaan zakat dan waqf digital, seperti adopsi blockchain dan pendaftaran waqf terpusat, yang menjadi dasar kerangka kerja kontekstual yang diusulkan untuk Indonesia. Studi ini mengadvokasi pendekatan holistik yang menggabungkan maqāṣid al-sharīʿah dengan digitalisasi, didukung oleh sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan komunitas lokal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rofiq, M. A., Fathoni, J., & Barnamij, N. (2025). Optimizing Zakat and Waqf through Digital Innovation in the Framework of Maqashid Syariah: A Solution for Poverty Alleviation in Indonesia. Dialektika : Jurnal Ekonomi Dan Ilmu Sosial, 10(2), 360–368. https://doi.org/10.36636/dialektika.v10i2.6939

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free