Abstract
Hubungan, OHIS, Siswa Relationship, OHIS, Student Setiap tahun, dunia kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia membutuhkan lebih banyak keterampilan dokter gigi untuk memberikan pelayanan prima dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kesehatan gigi dan mulut anak sering menunjukkan kondisi kurang optimal, dengan banyak plak dan deposit pada gigi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, separuh penduduk Indonesia di atas 3 tahun mengeluhkan masalah gigi, dengan Sulawesi Selatan mencatatkan angka tertinggi, 68,4%. Dari 56,9% yang mengalami masalah gigi, hanya 11,2% yang berkunjung ke dokter gigi. Pada usia 8 hingga 12 tahun, perubahan gigi memerlukan perawatan intensif, dengan motivasi anak dan dukungan dari lingkungan sekitar mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut. Mengetahui hubungan frekuensi kunjungan ke dokter gigi dengan status kesehatan gigi dan mulut anak SD di wilayah kerja Puskesamas Mamajang Kota Makassar. Observasional analitik dengan sampel 120 siswa SD di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan intraoral dengan indeks OHI-S. Sebanyak 69,2% siswa dengan kunjungan ke dokter gigi yang rendah, dan 31,7% memiliki status kebersihan gigi dan mulut baik. Tidak hubungan signifikan antara frekuensi kunjungan ke dokter gigi dan status kebersihan gigi dan mulut (P-Value >0,05). Frekuensi kunjungan ke dokter gigi tidak memiliki hubungan signifikan dengan status kebersihan gigi dan mulut siswa SD.
Cite
CITATION STYLE
Ariani, T. A., Ilmianti, Nur Rahmah Hasanuddin, Taufan Lauddin, & Selviani, Y. (2025). Hubungan Frekuensi Kunjungan Ke Dokter Gigi Dengan Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak Sekolah Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar. YARSI Dental Journal, 2(2), 35–44. https://doi.org/10.33476/ydj.v2i2.248
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.