Kerbau Toraja: Harga dan Keberlanjutan

  • David E
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Biaya produksi menjadi hal yang utama dalam penentuan harga. Namun pada komoditas tertentu, hal tersebut tidak berlaku. Pada komoditas benda seni, biaya produksi bukan menjadi penentuan harga. Disisi lain, nilai yang ada pada benda tersebut merupakan faktor utama penentu harga. Masyarakat Toraja mempunyai pandangan unik terhadap kerbau. Mereka percaya bahwa kerbau merupakan hewan yang mempunyai nilai dalam adat, sehingga harga kerbau di Toraja lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Penentuan harga ini tentu dilihat berdasarkan ciri-ciri yang ada pada kerbau Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penetapan harga kerbau dalam kaitannya dengan elemen biaya dan unsur sosial budayanya. Riset ini juga bermaksud untuk mengetahui aspek keberlangsungan ekologi dan sosial dari harga kerbau yang sangat mahal. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan cara wawancara langsung kepada narasumber peternak kerbau belang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan elemen biaya mempunyai peran kecil dalam menentukan harga kerbau belang di Toraja. Harga kerbau yang mahal memiliki dampak keberlanjutan bagi aspek ekologi dan sosial karena peternak kerbau akan terus mengusahakan keberadaan kerbau belang sehingga upacara adat Toraja yang membutuhkan kerbau belang bisa tetap dilaksanakan oleh masyarakat Toraja.

Cite

CITATION STYLE

APA

David, E. B. (2022). Kerbau Toraja: Harga dan Keberlanjutan. Perspektif Akuntansi, 5(2), 203–223. https://doi.org/10.24246/persi.v5i2.p203-223

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free