Tradisi Hataman Qur’an di Madura: Resiliensi dan Agensi Nalar Moderasi Islam

  • Fathurrosyid F
  • Hakim A
  • Nafis M
N/ACitations
Citations of this article
63Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Riset ini akan menjawab dua isu utama; Pertama, argumen resiliensi tradisi Hataman Qur’an di Madura. Kedua, model agensi nalar moderasi Islam dalam tradisi Hataman Qur’an di Madura. Riset ini merupakan kerja field research yang difokuskan pada kiai langgar, santri, wali santri dan masyarakat sebagai subjeknya. Sementara objeknya berupa tradisi Hataman Qur’an di Madura. Penggunakan teori resiliensi dan nalar moderasi, serta pisau analisis wacana kritis, tulisan ini menghasilkan kesimpulan; Pertama, resiliensi tradisi Hataman Qur’an di Madura karena tiga faktor (a) social capital, kapabilitas orang Madura yang menjunjung tinggi nilai sosial (b) community competencies, karakter orang Madura yang suka bekerja sama dan berkolaborasi dengan orang lain dan (c) social connections, pelaksanaan Hataman Qur’an menggunakan jaringan dengan keluarga sebagai social bonding; balater, dan juragan sebagai social bridging dan kiai atau politisi sebagai social lingking. Kedua, agensi nalar moderasi Islam dalam Hataman Qur’an di Madura dapat ditemukan dalam pelaksanaan Aparloh, Entar Nyalase dan Jheren Kencak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fathurrosyid, F., Hakim, A., & Nafis, Moh. M. (2022). Tradisi Hataman Qur’an di Madura: Resiliensi dan Agensi Nalar Moderasi Islam. SUHUF, 15(1), 147–174. https://doi.org/10.22548/shf.v15i1.713

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free