Abstract
Desa Bahsarima memiliki mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani. Pupuk merupakan bahan penting dalam pekerjaan mereka karena tanaman membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Namun, penggunaan pupuk kimia yang masih banyak digunakan oleh petani dapat merusak kesuburan tanah dan mahal harganya. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah dengan menggunakan pupuk organik yang berasal dari limbah rumah tangga, seperti air bekas cucian beras.Dalam rangka memperkenalkan dan melatih keterampilan pembuatan pupuk organik cair berbahan air cucian beras, dilakukan pelatihan di Desa Bahsarima. Teknik fermentasi digunakan untuk menstabilkan unsur hara dan membunuh patogen jahat yang dapat menjadi sumber penyakit bagi tanaman. Pelatihan ini dilakukan dengan metode pelatihan pada tanggal 28 Januari 2022 di Pondok Pesantren Salalimul fudhola. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bahsarima telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti air cucian beras, sebagai pupuk organik untuk tanaman di desa mereka. Dengan menggunakan pupuk organik, petani dapat menghemat biaya, meningkatkan kesuburan tanah, dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih subur.
Cite
CITATION STYLE
Saparas, N., Basri, R., Dongoran, P. H., Syafitri, D., Siregar, M. M., & Syarif, M. (2023). Pelatihan Teknik Fermentasi Pupuk Organik Cair Berbahan Limbah Cucian Beras Di Desa Bah Sarimah Kabupaten Simalungun. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 89–100. https://doi.org/10.32815/jpm.v4i1.1112
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.