Refleksi Makna Pedagogis Upacara Saeba Baun Puah Mate Dalam Masyarakat

  • Soinbala N
  • Tari E
  • Kasse S
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Upacara adat adalah tradisi masyarakat adat yang dianggap memiliki ajaran melalui nilai dan makna dalam budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, nilai dan makna pedagogik upacara SBPM pada masyarakat Kusi, Kec. Kuanfatu Kab TTS. Petunjuk teka-teki silang. Metode yang digunakan adalah teknik pengumpulan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bentuk pelaksanaan upacara SBPM terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Nilai-nilai yang terkandung dalam upacara SBPM adalah nilai-nilai sosial, spiritual dan budaya. Artinya menjaga kenyamanan desa dari pencurian dan menjaga agar pinang tidak matang untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan dan sosial. Dengan ajaran ini, masyarakat Kusi dapat memahami keberadaan mereka di muka bumi. Makna ini memberikan ajaran refleksi teologis untuk mengingatkan dan merenungkan kehidupan dan keberadaan manusia melalui perintah kedelapan tentang larangan untuk tidak mencuri. Upacara SBPM dilaksanakan dengan baik dan masih dilestarikan hingga saat ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Soinbala, N. Chr., Tari, E., & Kasse, S. (2022). Refleksi Makna Pedagogis Upacara Saeba Baun Puah Mate Dalam Masyarakat. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(1), 19–26. https://doi.org/10.56799/peshum.v2i1.975

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free