The ODA Reform: Its Impact On The Relationship of Japan-Indonesia

  • Subagyo M
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai negara terbesar nomor dua di bidang ekonomi (setelah AS), pilihan kebijakan politik luar negeri Jepang untuk menjadi negara donor terbesar (aid super power), dan bukannya sebagai negara super power secara politik sangat menarik untuk dipelajari. Paket bantuan Jepang untuk negara-negara berkembang, yang disebut ODA (Official Development Assistance), mengalami puncaknya pada tahun 1992 dan mengukuhkan negara ini sebagai negara donor terbesar di dunia. Mulai tahun 2002 Jepang melakukan reformasi kebijakan ODA yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti insiden 911 dan penurunan tingkat perekonomian di dalam negeri. Hal ini sekaligus mengakhiri dominasi Jepang sebagai negara donor terbesar. Paper ini akan membahas reformasi ODA tersebut dan mengaitkan dampaknya terhadap Indonesia, sebagai negara penerima ODA terbesar, dan hubungan kedua negara ini pasca reformasi ODA.

Cite

CITATION STYLE

APA

Subagyo, M. (2012). The ODA Reform: Its Impact On The Relationship of Japan-Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 2(1). https://doi.org/10.21831/jep.v2i1.653

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free