Abstract
Dalam masyarakat yang sudah mapan, agama merupakan salah satu struktur institusional sosial yang penting, yang melengkapi seluruh sistem sosial yang ada dan saling tergantung dengan bagian lainnya, sehingga perubahan salah satu bagian akan mempengaruhi bagian lain, pada akhirnya mempengaruhi seluruhi sistem sosial dalam masyarakat. Sedamgkan agama menyangkut kepercaayaan dengan berbagai permasalahannya sampai saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat, termasuk memberikan arti, makna dan interpretasi-interpretasi oleh para ahli ilmu pengetahuan tentang tatanan sosial dalam masyarakat agama. Agama di tandai sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling sublin; sebagai tanda moralitas, sebagai sumber tatanan masyarakat dan perdamaian bahtin individu; sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Di sisi lain agama dituduh sebagai penghambat kemajuan, dan mempertinggi fanatisme dan bersifat intoleran, permusuhan, tahayul, bid’ah, dam khurafat. Tetapi agama juga memperlihatkan kemampuannya melahirkan kecenderungan yang sangat revolusioner dalam tatanan kehidupan masyarakat, seperti peristiwa pemberontakan petani abad ke 19 di Jerman sebagai tonggak sejarah awal kebangkitan peradaban umat manusia.
Cite
CITATION STYLE
Hamali, S. (2018). Agama dalam Perspektif Sosiologis. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 12(2), 86–105. https://doi.org/10.24042/ajsla.v12i2.2111
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.