Abstract
Liberalisasi industri pertahanan di negara-negara Barat dan perubahan mendasar dalam doktrin militer telah menciptakan berbagai persenjataan canggih yang digunakan oleh negara-negara maju. Tujuan perang saat ini bukan lagi pengusaan wilayah musuh, tetapi mengandalkan kecanggihan persenjataan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Jurnal ini menyoroti ancaman yang kompleks yang berasal dari modernisasi militer kapal selam di Asia Pasifik dan dampaknya pada keamanan maritim Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode AHP untuk mencari ancaman kapal selam terbesar, selanajutnya menggunakan game theory untuk memainkan strategi dari negara yang memiliki ancaman terbesar. Penelitian ini mengkaji ancaman dari negara tetangga yang memiliki kapal selam mutakhir dan merumuskan strategi yang sesuai untuk menjaga keamanan maritim Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Australia adalah negara dengan tingkat ancaman kapal selam tertinggi di kawasan tersebut, diikuti oleh China dan Singapura. Malaysia memiliki tingkat ancaman yang lebih rendah. Dalam menghadapi ancaman kapal selam nuklir dari Australia, Indonesia harus merancang strategi pertahanan maritim yang efektif dengan mempertimbangkan diplomasi, kerja sama regional, peningkatan kemampuan pertahanan, dan perencanaan kebijakan yang komprehensif. Ini penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional di era modernisasi militer kapal selam yang semakin berkembang di kawasan IndoPasifik.
Cite
CITATION STYLE
Hadi, Y. S., Khusaini, M., Fadli, M., & Kusumaningrum, A. (2023). Model Ancaman Kapal Selam Terhadap Keamanan Maritim Indonesia Menggunakan Non-Cooperative Game Theory. Rekayasa, 16(3), 295–302. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v16i3.22753
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.