Pemikiran Immanuel Kant tentang Kritisisme dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam

  • Farah Syafirna
  • Jihan Faeruzia Haris
  • Atika Najwa
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
114Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tokoh tokoh filsuf dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan islam. dalam hal ini kami mendapat tugas menganalisa pemikiran imanuel kant (kritisisme). penelitian ini menggunakan metode penelitian terhadap referensi referensi yang dipilih dengan memperhatikan pendapat tokoh lain terhadap kebijakan atau pemikiran kant. imanuel kant  ialah seorang ahli falsafah Jerman yang dianggap sebagai salah satu daripada pemikir Eropah moden yang terpengaruh, serta ahli falsafah terutama yang terakhir dalam Zaman Pencerahan. Beliau lebih mengutamakan tentang kritisisme. yang dapat membuka atau mengubah prinsip dan pemikiran orang lain tentang pendidikan. Menurut kant, semua hal yang terjadi harus terlebih dahulu di teliti dengan menyesuaikan rasio yang ada. Tidak dengan pemikiran filsuf terdahulu yang berpendapat hanya percaya dengan mudah kepada kemampuan rasio tanpa meneliti atau melihat langsung dan mengamati dengan kejadian yang ada. sederhananya seperti ini, imanuel kant mengatakan bahwa apabila kita ingin mempercayai atau menerima suatu hal maka kita harus menyelidiki terlebih dahulu apakah hal tersebut bisa diterima atau tidak. This research aims to find out the figures of philosophers in the world of education, especially Islamic education. In this case we have the task of analyzing Immanuel Kant's thinking (criticism). This research uses research methods on selected references by taking into account the opinions of other figures regarding Kant's policies or thoughts. Immanuel Kant was a German philosopher who was considered one of the most influenced modern European thinkers, as well as the last philosopher in the Age of Enlightenment. He prioritized criticism. which can open or change other people's principles and thoughts about education. According to Kant, everything that happens must first be scrutinized by adjusting the existing ratios. Not with the thoughts of previous philosophers who argued that they only believed easily in the ability of reason without researching or looking directly and observing existing events. Simply put, Immanuel Kant said that if we want to believe or accept something, we must first investigate whether it can be accepted or not.

Cite

CITATION STYLE

APA

Farah Syafirna, Jihan Faeruzia Haris, Atika Najwa, & Muhammad Faqih Khamimi. (2023). Pemikiran Immanuel Kant tentang Kritisisme dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 4(2), 238–248. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v4i2.1022

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free