Abstract
Petani merupakan salah satu pekerja yang membutuhkan alat pelindung diri (APD) dalam bekerja terutama saat menangani pestisida yang sifatnya beracun. Akan tetapi sering kali ditemui petani yang tidak menggunaan APD saat bekerja sehingga berpotensi menyebabkan keracunan pestisida. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara penggunaan APD pada saat penyemprotan pestisida dengan kadar kolinesterase dalam darah petani di Desa Pasirhalang Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 43 petani yang dipilih berdasarkan teknik sampling kuota non-probabilitas. Data penggunaan APD diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dan data kadar kolinesterasi didapatkan dari pemeriksaan langsung menggunakan alat Tintometer Kit. Analisis chi-square dilakukan dengan bantuan perangkat komputer untuk mengukur hubungan antarvariabel. Hasil penelitian diperoleh 83,7% petani tidak mengenakan APD lengkap dan 16,3% mengenakan APD lengkap saat menyemprot pestisida. Berdasarkan pengukuran kadar kolinesterase, 14% petani mengalami keracunan ringan dan 86% normal. Hasil analisis chi-square menunjukkan nilai 0,017 (
Cite
CITATION STYLE
Fajriani, G. N., Aeni, S. R. N., & Sriwiguna, D. A. (2019). PENGGUNAAN APD SAAT PENYEMPROTAN PESTISIDA DAN KADAR KOLINESTERASE DALAM DARAH PETANI DESA PASIRHALANG. Jurnal Media Analis Kesehatan, 10(2), 163. https://doi.org/10.32382/mak.v10i2.1229
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.