Abstract
Agenda kesetaraan yang berkembang dengan masif di dunia Barat ditransmisikan secara bertahap ke Kawasan Timur Tengah. Pada tahap awal, feminisme masuk menjadi metodologi, paradigma dan hirauan saintis. Lalu, feminisme menjalar secara multidimensional hingga ranah politik. Di era kontemporer, feminisme hadir sebagai pergerakan yang difasilitasi oleh digitalisasi. Terdapat tiga kubu sebagai aktor yang saling berperang narasi: Feminisme sekuler, Feminis Muslim dan Muslim kontra-feminis (konservatif). Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi akar perbedaan premis ketiga kubu yang dua di antaranya sama-sama dilegitimasi oleh rujukan agama. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan kerangka berpikir sistem yang terlampirkan dalam Causal Loop Diagram. Penelitian ini merujuk pada Teori Perang Narasi dalam skema peperangan non-fisik secara virtual. Artikel ini menemukan adanya skema interpretasi yang berbeda dari kedua kubu Muslim dalam pemahaman agama, yakni: pemurnian agama dan fleksibilitas tafsir agama sesuai arus modern.
Cite
CITATION STYLE
Nurdyawati, T. T. (2022). Berpikir Sistem Pada Masifnya Gerakan Feminisme. Jurnal ICMES, 6(1), 35–58. https://doi.org/10.35748/jurnalicmes.v6i1.119
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.