Konsep Damai Dalam Surat Al-Anfal Ayat 61

  • Budi Asyrofi N
  • Muhammad Iqbal I
  • Mukharom Ridho M
N/ACitations
Citations of this article
32Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perdamaian merupakan aspek fundamental dalam ajaran Islam dan kehidupan manusia. al-Qur'an, khususnya Surat al-Anfal ayat 61, memberikan panduan penting mengenai bagaimana menyikapi dan mewujudkan perdamaian. Penelitian ini menganalisis penafsiran ayat tersebut dalam dua tafsir al-Qur'an kontemporer Tafsir Fi Zhilal al-Quran karya Sayyid Quthb dan Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan komparatif, studi ini mengungkapkan persamaan dan perbedaan penafsiran kedua mufassir. Persamaan utama meliputi penafsiran kata janahu sebagai kecenderungan pada perdamaian, pentingnya menerima tawaran damai, dan konsep tawakal kepada Allah. Perbedaan signifikan terletak pada pendekatan penafsiran Tafsir Fi Zhilal al-Quran lebih menekankan konteks historis dan pembahasan jizyah, sementara Tafsir al-Mishbah fokus pada analisis linguistik dan konsep tawakal. Meskipun terdapat perbedaan pendekatan, kedua tafsir memberikan pemahaman komprehensif tentang konsep perdamaian dalam Islam, menekankan fleksibilitas dan relevansi ajaran Islam dalam konteks kontemporer. Penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tentang perdamaian bersifat universal dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan zaman, memberikan wawasan berharga bagi upaya mewujudkan perdamaian di era modern.

Cite

CITATION STYLE

APA

Budi Asyrofi, N., Muhammad Iqbal, I., & Mukharom Ridho, M. (2024). Konsep Damai Dalam Surat Al-Anfal Ayat 61. Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 3(2), 166–185. https://doi.org/10.52431/ushuly.v3i2.2996

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free