Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui jumlah kasus mastitis subklinis di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pujon Kabupaten Malang dengan menggunakan metode survei. Kriteria peternak yang dipilih minimal sudah 2 (dua) tahun memelihara sapi perah. Sebanyak 110 ekor sapi perah laktasi dari Dusun Maron Sebaluh Desa Pandesari dan 103 ekor sapi perah Dusun Bakir di Desa Sukomulyo diperiksa terhadap mastitis subklinis dengan menggunakan Uji Mastitis California (CMT). Selain itu, pengamatan langsung terhadap perawatan pasca pemerahan dan kepemilikan digester biogas dan juga wawancara menggunakan kuesioner dilakukan untuk mendukung data. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Maron Sebaluh persentase sapi dengan mastitis subklinis mencapai 58,18%, 10,00% mastitis klinis dan 31,82% negatif. Sedangkan di Bakir, mastitis subklinis mencapai 59,22%, mastitis klinis 0,97% dan 39,81% negatif. Jumlah sapi yang menderita mastitis (subklinis dan klinis) dan mendapat pengobatan pencelupan pasca-pemerahan dengan antiseptik hanya 28 ekor sapi, lebih sedikit daripada yang hanya dibilas dengan air yang mencapai 107 ekor sapi. Kepemilikan digester biogas tidak akan secara otomatis mengurangi kasus mastitis karena perilaku petani dalam menjaga kebersihan kandang tidak terjaga. Setiap posisi puting sapi berisiko terinfeksi mikroorganisme yang menyebabkan mastitis.
Cite
CITATION STYLE
Zalizar, L., sujono, sujono, Indratmi, D., & Soedarsono, Y. A. (2018). Kasus mastitis sub klinis pada sapi perah laktasi di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(1), 35–41. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2018.028.01.03
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.