Gambaran Jumlah Leikosit Pada Perajin Batik Yang Terpapar Obat Batik di Desa Karangjompo Tahun 2021

  • Subur Wibowo
  • Nur Halimah
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pewarna sintesis atau obat batik merupakan senyawa turunan dari hidrokarbon aromatic seperti benzene, toluene, naftalena, dan antrasena. Senyawa tersebut dapat melakukan kontak dengan tubuh melalui paru-paru, sistem pencernaan. Uap Benzena akan langsung diabsobsi oleh tubuh kemudian dengan cepat didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Melalui pembuluh darah senyawa benzene di simpan di dalam sumsum tulang. Untuk mengetahui jumlah leukosit pada pengrajin batik yang terpapar obat batik di Desa Karangjompo tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu untuk mengetahui gambaran jumlah leukosit pada pengrajin batik yang terpapar obat batik di Desa Karangjompo tahun 2021.  Jumlah populasi 58 dan didapat 17 sampel berdasarkan rumus slovin dan kriteria inklusi, eksklusi. Pemeriksaan dilakukan menggnakan kamar hitung improved neubauer dengan metode manual.    Hasil pemeriksaan jumlah leukosit pada pengrajin batik yang terpapar obat batik di Desa Karangjompo tahun 2021 diperoleh nilai tinggi 8 dengan presentase (47%), normal 6 dengan presentase (35,3%) dan rendah 3 dengan presentase (17,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 sampel pada pemeriksaan jumlah leukosit pada pengrajin batik yang terpapar obat batik di Desa Karangjompo tahun 2021. Jumlah leukosit Tinggi dengan presentase  (47%) responden.

Cite

CITATION STYLE

APA

Subur Wibowo, & Nur Halimah. (2021). Gambaran Jumlah Leikosit Pada Perajin Batik Yang Terpapar Obat Batik di Desa Karangjompo Tahun 2021. Jurnal Medika Husada, 1(2), 24–28. https://doi.org/10.59744/jumeha.v1i2.19

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free