Abstract
Tinjauan sosiologi tentang kurikulum pendidikan Islam menggali dinamika kompleks antara pendidikan, masyarakat, dan kekuasaan dalam konteks agama Islam. Kurikulum pendidikan Islam tidak hanya mencerminkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, budaya, dan politik dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka dengan pendekatan kualitatif dan mengambil data primer dan sekunder dari berbagai karya ilmiah dan jurnal yang relevan dengan tinjauan sosiologi tentang kurikulum Pendidikan Islam. Sehingga dalam penelitian ini memberikan hasil, Pertama, kurikulum pendidikan Islam tercermin dari pengaruh masyarakat dan budaya. Nilai-nilai lokal, tradisi, dan tuntutan sosial memainkan peran penting dalam pembentukan isi kurikulum. Namun, pengaruh ini juga dapat memunculkan pertanyaan tentang inklusi dan eksklusi terhadap berbagai kelompok dalam masyarakat. Kedua, sosiologi menyoroti pembentukan identitas melalui kurikulum pendidikan Islam. Isi kurikulum dapat memperkuat atau meragukan identitas keagamaan siswa dan kelompok mereka dalam masyarakat. Identitas ini tidak hanya terbentuk oleh apa yang diajarkan, tetapi juga oleh bagaimana materi diajarkan dan diinterpretasikan. Terakhir, tinjauan sosiologi juga memperhatikan resistensi terhadap kurikulum pendidikan Islam dan upaya perubahan sosial. Perubahan sosial, seperti perkembangan teknologi dan globalisasi, mempengaruhi evolusi kurikulum, sementara resistensi muncul sebagai respons terhadap dinamika kekuasaan dan nilai-nilai yang diperjuangkan dalam kurikulum.
Cite
CITATION STYLE
Saharuddin, S., & Suhardi, S. K. (2024). TINJAUAN SOSIOLOGI TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM. Dahzain Nur : Jurnal Pendidikan, Keislaman Dan Kemasyarakatan, 14(1), 1–8. https://doi.org/10.69834/dn.v14i1.213
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.