FORGIVE OR FORGET? DINAMIKA PEMAAFAN DALAM KONTEKS BUDAYA BUGIS

  • Arafah A
  • Hadjam M
  • Hermita M
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu persoalan klasik di dalam masyarakat adalah friksi dan konflik. Konsekuensi dari kedua hal ini dapat diselesaikan, salah satunya melalui pemaafan. Salah satu suku yang menarik untuk ditelaah dinamikan pemaafan yang ada di dalam masyarakatnya adalah suku Bugis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pemaafan pada orang Bugis. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, diperoleh tiga orang partisipan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan Interpretative pheneomenological analysis. Temuan dalam penelitian ini disajikan dalam dua kategori data, yakni faktor-faktor pemaafan orang Bugis dan dinamika temuan pemaafan orang Bugis. Ditemukan empat faktor yang berperan dalam pemaafan orang Bugis, yaitu ajaran agama dan orang tua, nilai budaya, faktor relasional dan inisiasi permintaan maaf dari pelaku. Penelitian ini juga menemukan bahwa ketiga partisipan sebagai masyarakat suku Bugis merupakan orang-orang yang mudah memberi maaf namun jika yang disinggung atau disakiti adalah hal-hal yang meliputi perasaan dan harga diri mereka, maka kondisi tersebut menjadi sulit untuk dimaafkan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Arafah, A. N. B., Hadjam, M. N. R., & Hermita, M. (2023). FORGIVE OR FORGET? DINAMIKA PEMAAFAN DALAM KONTEKS BUDAYA BUGIS. Jurnal Psikologi, 16(2), 390–406. https://doi.org/10.35760/psi.2023.v16i2.8425

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free