PROGRAM PEMETAAN LAHAN KRITIS DENGAN REMOTE SENSING UNTUK KEWASPADAAN BAJIR DAN TANAH LONGSOR AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI LAHAN DI DAERAH MANDALIKA

  • Yadnya M
  • Kanata B
  • Zainuddin A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Empati dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalan memberikan pengabdian kepada masyarakat terhadap bahaya tanah longsor dengan perubahan fungsi lahan dari perbukitan menjadi tanah urug. Universitas Mataram memiliki obsevatorium di Rembitan bagian dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) Geomagnetik mengukur magnet bumi dengan satuan  magnet bumi nTesla (Nano Tesla). Hasil pengukuran  terjadi anomali (penurunan nilai magnet bumi. Ini merupakan precursor akan terjadinya gempa. Desa Sade dan Rembitan merupakan satu kawasan yang menjadi satu kesatuan yang harus dijaga dan memberikan pengetahuan akan bahaya banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrim.Proses menggunaka  remote sensing dengan foto udara. Hal hasil telah didapatkan bebarapa titik rawan bencana. Kelompok Ibu-ibu pada Desa Sade telah bersepakat membuat kelompok rebiisasi untuk memitigasi bencana.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yadnya, M. S., Kanata, B., Zainuddin, A., Paniran, P., Ramadhani, C., & Rosmaliati, R. (2024). PROGRAM PEMETAAN LAHAN KRITIS DENGAN REMOTE SENSING UNTUK KEWASPADAAN BAJIR DAN TANAH LONGSOR AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI LAHAN DI DAERAH MANDALIKA. Jurnal Pepadu, 5(2), 239–244. https://doi.org/10.29303/pepadu.v5i2.4047

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free