Pembentukan Portofolio Saham Berdasarkan Klastering K-Means dengan Fitur Tren Berkelanjutan

  • Firmansyah H
  • Rosadi D
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Investor berusaha mengurangi risiko dan meningkatkan keuntungan dengan portofolio optimal. Namun, beberapa tantangan muncul dalam pembentukan portofolio. Pertama, sulit memilih aset ketika jumlahnya banyak, karena teori portofolio tradisional seperti risk parity dan teori Markowitz hanya menghitung bobot yang sesuai, tetapi tidak secara otomatis memilih aset. Kedua, teori tersebut hanya memperhitungkan hubungan kovarians antar saham tanpa mempertimbangkan data pasar. Ketiga, perhitungan Sharpe ratio digunakan untuk mengevaluasi hasil investasi, tetapi tidak mempertimbangkan risiko saat harga saham turun. Untuk mengatasi permasalahan ini, makalah ini mengusulkan pendekatan baru dalam pembentukan portofolio dengan fokus pada tren berkelanjutan. Teknik klastering k-means digunakan untuk mengelompokkan aset, membagi jenis aset berdasarkan karakteristiknya, serta menghitung Sharpe ratio untuk meminimalkan risiko penurunan. Metode ini juga mengombinasikan berbagai pendekatan, seperti pembagian bobot yang sama, volatilitas terbalik, risk parity, dan teori portofolio Markowitz.

Cite

CITATION STYLE

APA

Firmansyah, H., & Rosadi, D. (2024). Pembentukan Portofolio Saham Berdasarkan Klastering K-Means dengan Fitur Tren Berkelanjutan. Seminar Nasional Official Statistics, 2024(1), 581–590. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2024i1.2118

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free