Analisis Kritis Kurikulum Pendidikan di Indonesia Masa Orde Baru

  • Aisyah Rahma Astuti
  • Arief Satria
  • Lu’lu’ul Ulaya
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Orde Baru menganggap kurikulum sebagai alat yang strategis untuk menciptakan masyarakat yang stabil dan terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kurikulum pendidikan di indonesia masa orde baru. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, diamana seluruh data diambil melalui buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pada masa Orde Baru, berbagai kurikulum pendidikan yang diterapkan, mulai dari Kurikulum 1968, 1975, 1984, hingga 1994, mencerminkan tujuan pemerintah untuk menciptakan stabilitas nasional dan membentuk karakter bangsa yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Kurikulum 1968 dirancang untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan rasa nasionalisme, sementara Kurikulum 1975 berorientasi pada pendekatan instruksional yang menekankan pencapaian tujuan pendidikan yang spesifik. Perkembangan ini menunjukkan adanya penyesuaian kurikulum yang bertujuan agar pendidikan dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional, dengan mengutamakan disiplin, keseragaman, dan nilai-nilai kebangsaan. Kurikulum 1984 menandai perubahan menuju pendekatan yang lebih aktif melalui "Cara Belajar Siswa Aktif" (CBSA), yang bertujuan mendorong keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar.

Cite

CITATION STYLE

APA

Aisyah Rahma Astuti, Arief Satria, & Lu’lu’ul Ulaya. (2024). Analisis Kritis Kurikulum Pendidikan di Indonesia Masa Orde Baru. QAZI : Journal of Islamic Studies, 1(1), 138–148. https://doi.org/10.61104/qazi.v1i1.172

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free