LANGUAGE SKILLS OF DEAF CHILDREN AT JOMBANG STATE EXCEPTIONAL SCHOOL

  • Heny Sulistyowati
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Deaf children show hearing difficulties from mild to severe categories, classified into hearing loss and deafness. Deaf people are people who have lost the ability to hear so that it hinders the process of language information through hearing, either using or not using hearing aids where the hearing limit they have is sufficient to allow the success of the process of language information through hearing. Deaf children need learning media in the form of teaching aids to enrich their language vocabulary. The props include miniature animals, human miniatures, relevant pictures, illustrated library books, and children's play tools. The method used in this study is a qualitative descriptive method through an observation. Observations are carried out in stages over several days starting from making an approach to making direct observations of objects. The results of observations made to Agus are guided by 4 language skills. Based on the four language skills, the object is able to master in writing skills. Listening skills are not mastered because the object has problems in hearing but can be overcome by the lip motion method. Object reading skills can understand but difficult to convey as well as speaking skills.Anak Tunarungu menunjukkan kesulitan mendengar dari kategori ringan sampai berat, digolongkan ke dalam kurang dengar dan tuli. Tunarungu adalah orang yang kehilangan kemampuan mendengar sehingga menghambat proses informasi bahasa melalui pendengarannya, baik memakai ataupun tidak memakai alat bantu dengar dimana batas pendengaran yang dimilikinya cukup memungkinkan keberhasilan proses informasi bahasa melalui pendengaran. Anak tunarungu memerlukan media belajar berupa alat peraga untuk memperkaya perbendaharaan bahasa. Alat-alat peraga itu antara lain miniatur binatang-binatang, miniatur manusia, gambar-gambar yang relevan, buku perpustakaan yang bergambar, dan alat-alat permainan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui suatu observasi. Observasi dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa hari mulai dari melakukan pendekatan sampai melakukan observasi langsung kepada objek. Hasil observasi yang dilakukan kepada Agus dengan berpedoman kepada 4 keterampilan bahasa. Berdasarkan empat keterampilan berbahasa, objek mampu menguasai dalam keterampilan menulis. Keterampi;an menyimak kurang dikuasai karena objek bermasalah dalam pendengaran namun dapat diatasi dengan metode gerak bibir. Keterampilan membaca objek dapat memahami tapi kesulitan untuk menyampaikan begitu juga   keterampilan berbicara.

Cite

CITATION STYLE

APA

Heny Sulistyowati. (2021). LANGUAGE SKILLS OF DEAF CHILDREN AT JOMBANG STATE EXCEPTIONAL SCHOOL. Jurnal Disastri, 3(2), 90–96. https://doi.org/10.33752/disastri.v3i2.1780

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free