Abstract
Demokrasi pada hakikatnya adalah fenomena kekuasaan dalam suatu institusi negara yang menempatkan suara rakyat mayoritas yang bebas dan berkesamaan hak menjadi penentu dalam suatu proses politik. Demokrasi mencoba mengintrodusir substansi etis ke dalam lingkupteoritiknya, agar legitimasinya meluas tidak hanya pada legitimasi sosiologis (melalui prinsip mayoritas), melainkan juga mencapai legitimasi etis. Dengan kata lain, demokrasi ingin mengawinkan (konvergensi) antara fenomena politik dengan fenomena moralitas (etika) , etika dasar, nilai universal. Ciri khas cita-cita demokrasi adalah kekuasaan terpusat pada rakyat yang bebas dan berkesamaan hak. Pada sifat ini demokrasi melahirkan karakter budaya yang egalitarian, terbuka, memperluas lingkup kebebasan dalam segala bidang agar manusia dapat mengembangkan potensinya seluas-luasnya. Dalam artian tersebut terlihat fenomena liberalisme yang cenderung mengartikan kebebasan tanpa perlu restriksi dari nilai apapun, tak rerkecuali agama. Sehingga, ada persepsi simple yang seolah menegaskan bahwa demokrasi terbaik hanyalah demokrasi liberal. yang membebaskan segalanya.
Cite
CITATION STYLE
Nurtjahjo, H. (2017). PENGARUH DEMOKRASI TERHADAP LlNGKUNGAN BUDAYA NASIONAL. Jurnal Hukum & Pembangunan, 33(2), 257. https://doi.org/10.21143/jhp.vol33.no2.1378
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.