Analisis Lengkung Intensitas Hujan Dengan Beberapa Pendekatan di Kota Bekasi

  • Ginting S
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lengkung intensitas hujan dengan metode empiris sangat popular digunakan karena keterbatasan data. Informasi lengkung intensitas hujan sangat dibutuhkan dalam rangka untuk mendesain drainase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan metode empiris yang terbaik yang dapat mengambarkan lengkung intensitas hujan di Kota Bekasi. Metode empiris yang sering digunakan akan divalidasi dan dicek dengan menggunakan lengkung intensitas yang diturunkan dari data durasi pendek. Pendekatan empiris yang digunakan adalah metode Mononobe, van Breen, dan Bell. Dari perbandingan lengkung intensitas hujan yang dihasilkan menunjukkan, bahwa tidak ada satupun metode empiris yang dapat menunjukkan hasil sesuai dengan hasil pengamatan. Namun dari ketiga metode empiris tersebut dapat dinyatakan bahwa metode Mononobe memiliki hasil sangat rendah dibandingkan dengan metode Bell dan van Breen, begitu juga dengan hasil pengamatan. Apabila ketiga metode empiris tersebut dibandingkan dengan hasil pengamatan menunjukkan bahwa, metode Bell sangat cocok untuk menentukan intensitas hujan untuk periode ulang dibawah 5 tahun, namun untuk periode ulang lebih dari 5 tahun dapat diperkirakan dengan menggunakan metode van Breen.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ginting, S. (2022). Analisis Lengkung Intensitas Hujan Dengan Beberapa Pendekatan di Kota Bekasi. Bentang : Jurnal Teoritis Dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil, 10(2), 131–142. https://doi.org/10.33558/bentang.v10i2.3241

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free