Abstract
Diabetes melitus merupakan masalah yang serius dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian yang cukup besar di Indonesia. Selain itu banyak penelitian yang menyebutkan bahwa prevalensi akan terus meningkat pada tahun 2030. Tingginya prevalensi ini perlu dicegah mulai dari sekarang. Salah satu cara pencegahan penambahan angka kejadian diabetes ini adalah dengan mengetahui hubungan aktivitas fisik apa saja seseorang untuk mengalami diabetes. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap kejadian diabetes melitus. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptip analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi dan didapatkan sampel 30 responden. Data diolah dan dilakukan perhitungan menggunakan program data komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan data univariat usia terbanyak adalah diatas 40 tahun (100%), berjenis kelamin perempuan (56.7%), berpendidikan SD (46.7%) dan pensiunan (53.3%) dari hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan aktivitas fisik terhadap kejadian diabetes melitus (P value = 0.009 dengan OR=11.000). Saran dalam penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan mampu memberikan penyuluhan dan konseling kepada keluarga dan penderita DM supaya mempunyai kesadaran untuk selalu melakukan aktivitas fisik dengan teratur, serta melakukan perubahan gaya hidup ke arah yang lebih baik.
Cite
CITATION STYLE
Sari, N., & Purnama, A. (2019). Aktivitas Fisik dan Hubungannya dengan Kejadian Diabetes Melitus. Window of Health : Jurnal Kesehatan, 368–381. https://doi.org/10.33096/woh.v2i4.621
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.