TINJAUAN KRITIS: RESTORASI MINOR DAN MAYOR PADA HUNIAN TRADISIONAL CAGAR BUDAYA DI INDONESIA STUDI KASUS RUMAH TUO KAMPAI NAN PANJANG DAN RUMAH WAE REBO

  • Purwantiasning A
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah tinjauan kritis tentang penerapan restorasi minor dan mayor pada hunian tradisional terutama yang ditetapkan menjadi cagar budaya di Indonesia. Studi kasus yang terpilih untuk diulas dalam tulisan ini adalah Rumah Tuo Kampai Nan Panjang yang terdapat di Sumatera Barat dan Rumah Wae Rebo yang terdapat di Flores. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk dapat memahami lebih dalam tentang praktek kegiatan restorasi baik minor dan mayor terutama pada bangunan cagar budaya, dimana dalam hal ini difokuskan pada bangunan hunian tradisional. Metode yang digunakan dalam tinjauan kritis ini adalah kualitatif naratif deskriptif, dimana penulis memaparkan secara deskriptif kedua studi kasus dengan mengacu pada panduan Undang-Undang Cagar Budaya Indonesia No. 10 Tahun 2011 dan panduan prinsip-prinsip konservasi cagar budaya di Cina yang dianggap memiliki similaritas dalam penerapannya. Kata Kunci: restorasi minor, restorasi mayor, cagar budaya, Rumah Tuo Kampai Nan Panjang, Rumah Wae Rebo

Cite

CITATION STYLE

APA

Purwantiasning, A. W. (2019). TINJAUAN KRITIS: RESTORASI MINOR DAN MAYOR PADA HUNIAN TRADISIONAL CAGAR BUDAYA DI INDONESIA STUDI KASUS RUMAH TUO KAMPAI NAN PANJANG DAN RUMAH WAE REBO. NALARs, 19(1), 9. https://doi.org/10.24853/nalars.19.1.9-18

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free