Abstract
Hujan dengan intensitas sangat lebat sebesar 240.0 mm yang terjadi tanggal 22 Februari 2014 di Kabupaten Jayapura menyebabkan banjir dan tanah longsor dibeberapa distrik. Analisis cuaca diperlukan untuk mengetahui faktor-faktor meteorologi serta meningkatkan kesiapsiagaan yang berguna untuk mengurangi dampak dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi. Data suhu muka laut, anomali suhu muka laut, indeks osilasi selatan serta peta medan angin di interpretasi secara visual. Data satelit MTSAT diolah menggunakan aplikasi SATAID 6.02 untuk menghasilkan luaran berupa gambar dan grafik seri waktu dari suhu dan tinggi puncak awan. Data angin komponen zonal dan meridional serta kelembapan relatif diolah menggunakan program Grads 1.9.0 untuk menghasilkan luaran berupa vortisitas, pola angin dan kelembapan udara tiap lapisan udara. Data pengamatan udara atas dalam bentuk sandi Temp diolah menggunakan aplikasi Raob 5.7 untuk mendapatkan indeks-indeks kemantapan udara. Dari hasil analisis didapatkan adanya Daerah Konvergensi Intertropis, suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara perlapisan yang tinggi serta udara atas yang labil menyebabkan pertumbahan awan yang banyak di wilayah Jayapura yang kemudian berdampak terhadap terjadinya hujan deras di wilayah tersebut. Analisis citra satelit dapat menunjukkan nilai dan pola yang dapat dijadikan indikasi pertumbuhan awan-awan penghasil hujan lebat.
Cite
CITATION STYLE
Rony Kurniawan, P. M. (2019). ANALISIS CUACA EKSTREM TERKAIT BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI JAYAPURA (STUDI KASUS HUJAN LEBAT TANGGAL 22 FEBRUARI 2014). Jurnal Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika, 5(3), 25–36. https://doi.org/10.36754/jmkg.v5i3.72
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.