IDENTITAS AKULTURASI ARSITEKTUR LOKAL (BANTEN) DAN NON-LOKAL (MODERN) PADA PEDOMAN PERANCANGAN GEDUNG PENDOPO BUPATI SERANG

  • Saga Ichsan P
  • Salura P
  • Fauzy B
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract - Government buildings should have a symbolic value that represents the area. The development of architecture in an area influences the development of the culture of the region, with the abandonment of the element of  the architectural locality over time the element of the locality will become extinct. Based on these problems and phenomena, it produces quite important issues especially the acculturation of government buildings that can characterize the locality of a place. So that the research conducted is very important to answer how to produce local and modern concepts that are appropriate to the Serang Regent building design that characterizes the local socio-cultural context of the people of Banten. The purpose of this study was to obtain design guidelines and design simulations in realizing the acculturation identity of local architecture (Banten) and non-local (modern) in the design of the Serang Regent's Pendopo building. The theory applied in this study refers to  (1) the archetypes theory in architecture and (2) the ordering principle theory in architecture. Besides that, the methods used in this research are descriptive, qualitative and interpretative that can be used in conducting studies and in–depth searches of the object, the precedent studies that are Pontianak mayor government building and Solok regent government building. The results of the analysis of the object of the study of precedents against the theory with the method that has been described are to obtain specific design guidelines for the Serang Regent's Pendopo building. This research is expected to provide benefits to the community on the importance of localities in preserving and building local culture and architecture and can add to the wealth of existing architectural knowledge for both academics and practitioners and make a positive contribution to local governments for making regional regulations. Keywords: Identity, Acculturation, Architecture, Local, Non – Local, Banten.Abstrak - Bangunan pemerintahan sebaiknya memiliki nilai simbolik yang merepresentasikan daerahnya. Perkembangan arsitektur di suatu daerah mempengaruhi perkembangan budaya daerah terkait, dengan mulai ditinggalkannya unsur lokalitas arsitektur maka seiring waktu unsur lokalitas tersebut akan punah. Berangkat dari permasalahan dan fenomena tersebut, menghasilkan isu yang cukup penting khususnya akulturasi bangunan pemerintahan yang dapat mencirikan lokalitas dari sebuah tempat. Sehingga penelitian yang dilakukan ini menjadi sangat penting untuk menjawab bagaimana untuk menghasilkan konsep lokal dan modern yang tepat terhadap perencanaan gedung Pendopo Bupati Serang yang mencirikan konteks lokal sosial-budaya dari masyarakat Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pedoman perancangan dan simulasi desain dalam mewujudkan identitas akulturasi arsitektur lokal (Banten) dan non – lokal (modern) pada perancangan gedung Pendopo Bupati Serang Teori yang diterapkan pada kajian ini merujuk (1) teori mengenai ordering principle dalam arsitektur, dan (2) teori mengenai archetypes dalam arsitektur. Disamping itu metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif, dan interpretatif yang dapat digunakan dalam melakukan telaah dan penelusuran mendalam terhadap objek studi preseden yaitu gedung pemerintahan Walikota Pontianak dan gedung pemerintahan Bupati Solok. Hasil dari analisa objek studi preseden terhadap teori dengan metode yang telah dijabarkan ini untuk mendapatkan pedoman desain yang spesifik pada gedung Pendopo Bupati Serang. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat akan pentingnya lokalitas dalam membangun dan melestarikan budaya dan arsitektur lokal serta dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan arsitektur yang telah ada baik bagi akademik maupun praktisi dan memberi kontribusi yang positif bagi pemerintah daerah setempat dalam menyusun peraturan daerah. Kata – kata kunci: Identitas, Akulturasi, Arsitektur, Lokal, Non – Lokal, Banten.

Cite

CITATION STYLE

APA

Saga Ichsan, P., Salura, P., & Fauzy, B. (2022). IDENTITAS AKULTURASI ARSITEKTUR LOKAL (BANTEN) DAN NON-LOKAL (MODERN) PADA PEDOMAN PERANCANGAN GEDUNG PENDOPO BUPATI SERANG. Riset Arsitektur (RISA), 6(02), 167–183. https://doi.org/10.26593/risa.v6i02.5730.167-183

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free