Brain Respiration, Stres, dan Romantic Relationship pada Dewasa Muda

  • Indrianie E
  • Dwijayanthy M
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh Brain Respiration  dalam mengurangi stres yang berkaitan dengan romantic relationship pada dewasa muda. Quasi-experimental digunakan dalam penelitian ini, dan partisipan direkrut dengan menggunakan purposive sampling. Tiga puluh orang dewasa muda yang mengalami masalah romantic relationship terlibat dalam penelitian ini. Para peserta dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan randomized control. Untuk mengukur aktivitas elektrodermal (EDA) yang mencerminkan stres, penelitian ini menggunakan perangkat biofeedback. Analisis statistik yang digunakan adalah T-Test dan Mann-Whitney. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa tingkat stres pada dewasa muda yang mendapatkan Brain Respiration mengalami penurunan (T-hitung = 0,001 < 0,05). Jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, penurunan derajat stres pada dewasa muda pada kelompok eksperimen jauh lebih rendah (x̄ post-test kelompok eksperimen = 2,8 < x̄ post-test kelompok kontrol 4,8). Dalam hal ini dapat disimpulkan Brain Respiration dapat menurunkan derajat stres pada dewasa muda yang mengalami masalah percintaan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Indrianie, E., & Dwijayanthy, M. (2024). Brain Respiration, Stres, dan Romantic Relationship pada Dewasa Muda. Humanitas (Jurnal Psikologi), 8(1), 113–128. https://doi.org/10.28932/humanitas.v8i1.8648

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free