Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Pada Siswa Retardasi Mental Sedang di SLB YPPABK Ngawi

  • Rahayu G
  • Lukitaningtyas D
  • Komalawati R
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang : Retardasi mental adalah suatu kondisi perkembangan mental yang berhenti dengan keterlambatan perkembangan. Orang tua mempunyai peranan tinggi untuk membuat  tunagrahita mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas hubungan pola asuh dengan kemandirian pada anak tunagrahita sedang di SLB YPPABK Ngawi. Metode: dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 48 orang tua siswa retardasi mental sedang di SLB YPPABK Ngawi. Teknik sampling dengan total sampling dan alat survey menggunakan istrumen kuesioner PSDQ dan indeks Katz yang telah dimodified oleh Larasati menjadi 12 pertanyaan. Hasil : Pola asuh yang terbanyak diterapkan orang tua siswa retardasi mental sedang di SLB YPPABK Ngawi adalah Authoritative dengan n = 22, (45,8%) dan tingkat kemandirian terbanyak kategori mandiri n = 20, (41,7%). Hasil uji Rank Spearman dengan signifikan (p) < 0,001 = (p) < 0,005, koefisien korelasi 0,450. Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pola asuh dengan kemandirian(ADL) siswa tunagrahita sedang di SLB YPPABK Ngawi dengan hubungan cukup. Sebaiknya orang tua menerapkan pola asuh kearah Authoritative, agar anak berkembang menjadi pribadi mandiri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahayu, G. F., Lukitaningtyas, D., & Komalawati, R. (2023). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Pada Siswa Retardasi Mental Sedang di SLB YPPABK Ngawi. E-Journal Cakra Medika, 10(1), 65. https://doi.org/10.55313/ojs.v10i1.151

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free