Abstract
Penduduk lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih dan sebagian dari mereka hidup dalam kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik kemiskinan lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta, baik dari sisi ukuran maupun determinan kemiskinan lanjut usia (lansia) terkait. Penelitian berdasarkan data sekunder hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2019. Analisis secara deskriptif dilanjutkan inferensia dengan metode regresi logistik. Dengan kriteria garis kemiskinan Badan Pusat Statistik dan perhitungan per kapita didapatkan jumlah lansia miskin di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 96.412 jiwa atau sekitar 17,4 persen dari seluruh lansia di daerah tersebut. Bila garis kemiskinan naik menjadi 1,2 kalinya, maka tingkat kemiskinan lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta akan meningkat tajam menjadi 27,4 persen. Bila kita gunakan kriteria ART equivalen maka persentase lansia miskin di Daerah Istimewa Yogyakarta didapatkan nilai jauh lebih kecil. Daerah tempat tinggal, ijazah tertinggi lansia, lapangan pekerjaan lansia, penerima BPJS PBI, dan jumlah anggota rumah tangga, serta kelompok umur adalah determinan penting terhadap status kemiskinan lansia di DIY. Perlu kebijakan yang spesifik khususnya peningkatan cakupan jaminan kesehatan bagi lansia miskin.
Cite
CITATION STYLE
Parwodiwiyono, S. (2022). DETERMINAN PENDUDUK LANJUT USIA MISKIN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 3(3), 455–466. https://doi.org/10.36418/jiss.v3i3.510
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.